Saturday, Nov 7, 2026
Image default
Berita Terkini

Istana Kepresidenan Yogyakarta Buka Kunjungan Gratis, Simak Cara Daftar Program ISTURA

Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung kini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berkunjung melalui Program ISTURA (Istana untuk Rakyat). Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses publik terhadap salah satu bangunan bersejarah yang memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengenal lebih dekat sejarah kepresidenan, menikmati koleksi seni bernilai tinggi, sekaligus melihat secara langsung salah satu simbol kenegaraan yang selama ini hanya dapat diakses dalam kesempatan tertentu.

Program ISTURA terbuka bagi berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, keluarga, komunitas, organisasi kemasyarakatan, instansi pemerintah maupun swasta, hingga masyarakat umum. Seluruh rangkaian kunjungan tidak dipungut biaya sehingga masyarakat dapat mengikuti tur edukatif tanpa harus membayar tiket masuk.

Meski demikian, setiap calon pengunjung diwajibkan melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui sistem reservasi daring yang telah disediakan. Kebijakan ini diterapkan untuk mengatur jumlah peserta sesuai kapasitas kunjungan sekaligus memastikan kegiatan berjalan tertib dan nyaman.

Berdasarkan informasi dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, jadwal kunjungan tersedia pada hari Senin hingga Kamis. Pengunjung dapat memilih salah satu sesi yang masih tersedia, yaitu pukul 08.00, 09.00, 10.00, 11.00, 13.00, atau 14.00 WIB.

Proses pendaftaran diawali dengan mengakses laman resmi Program ISTURA. Setelah itu, calon peserta perlu memeriksa ketersediaan jadwal sebelum memilih waktu kunjungan yang diinginkan. Selanjutnya, pemohon diminta menyiapkan surat permohonan yang memuat identitas instansi atau organisasi, tujuan kunjungan, periode pelaksanaan, jumlah peserta, nama koordinator, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor telepon atau WhatsApp yang dapat dihubungi, serta tanda tangan penanggung jawab atau pimpinan instansi.

Setelah seluruh dokumen siap, pemohon dapat memilih menu pendaftaran dan mengisi data diri berupa nama lengkap, nomor WhatsApp, serta NIK. Dokumen persyaratan kemudian diunggah melalui sistem sebelum diverifikasi oleh petugas. Apabila kuota masih tersedia dan seluruh persyaratan telah terpenuhi, hasil persetujuan akan dikirimkan melalui WhatsApp dalam waktu sekitar satu hingga tiga hari kerja.

Seluruh proses tersebut tidak dikenakan biaya. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan penyelenggara dan meminta sejumlah pembayaran selama proses pendaftaran maupun pelaksanaan kunjungan.

Selain menawarkan pengalaman melihat langsung kompleks Istana Kepresidenan, Program ISTURA juga menghadirkan nilai edukasi melalui Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta yang berada di dalam kawasan Gedung Agung. Bangunan bersejarah yang berdiri sejak tahun 1824 ini awalnya difungsikan sebagai kantor Residen Belanda sebelum kemudian menjadi salah satu istana kepresidenan Republik Indonesia.

Karakter arsitektur klasik bergaya Eropa masih dipertahankan hingga kini dan berpadu dengan taman yang tertata rapi di kawasan pusat Kota Yogyakarta. Suasana tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menikmati sisi sejarah sekaligus keindahan lingkungan istana.

Di dalam museum, pengunjung dapat menyaksikan beragam koleksi seni dan benda bersejarah yang mencerminkan perjalanan panjang bangsa Indonesia. Beberapa di antaranya merupakan karya para maestro seni lukis Indonesia, seperti Raden Saleh, Affandi, Basoeki Abdullah, dan Dullah. Selain lukisan, museum juga menyimpan koleksi patung perunggu, keramik antik, serta berbagai artefak bersejarah lainnya.

Selama tur berlangsung, setiap rombongan akan didampingi pemandu resmi yang menjelaskan sejarah Gedung Agung beserta nilai penting koleksi yang dipamerkan. Pengunjung diperbolehkan mendokumentasikan kunjungan di area tertentu sesuai arahan petugas, namun penggunaan lampu kilat tidak diperkenankan demi menjaga kondisi koleksi museum. Seluruh peserta juga diimbau untuk tidak menyentuh lukisan, patung, keramik antik, maupun etalase selama berada di dalam area museum agar kelestarian koleksi tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Related posts

PPATK Blokir Rekening Dormant: Ini Alasan dan Cara Nasabah Mengajukan Keberatan

Geralda Talitha

Kakorlantas Polri Ungkap Dampak Positif ETLE pada Keselamatan dan Ketertiban Jalan

Geralda Talitha

Cegah Kemacetan dan Kecelakaan, Korlantas Gelar Operasi Zebra dan Nataru 2025

Geralda Talitha

Leave a Comment