Monday, Feb 23, 2026
Image default
Berita Terkini

ETLE dan Drone Presisi Perkuat Penegakan Hukum Lalu Lintas

Setiap kebijakan rekayasa lalu lintas yang diterapkan di jalan tol maupun jalur arteri nasional sejatinya lahir dari proses panjang berbasis analisis data. Di era mobilitas tinggi, pengelolaan arus kendaraan tidak lagi mengandalkan intuisi semata, melainkan perhitungan terukur yang diproses secara sistematis. Namun di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, pemanfaatan teknologi ditegaskan bukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan memperkuat kualitas keputusan di lapangan.

“Teknologi membantu petugas di lapangan mengambil keputusan lebih cepat dan tepat,” tegas Kakorlantas dalam berbagai kesempatan saat meninjau kesiapan operasional di Command Center KM 29. Pernyataan tersebut menjadi landasan pendekatan baru dalam manajemen lalu lintas nasional: negara bekerja sebelum lonjakan kendaraan benar-benar terjadi.

Command Center KM 29 berperan sebagai pusat pemantauan dan pengendalian arus kendaraan skala nasional. Sistem ini mengintegrasikan ribuan CCTV, sensor lalu lintas, serta laporan petugas lapangan dalam satu platform terpadu yang mampu memantau kondisi jalan secara real-time. Data yang masuk tidak berhenti sebagai informasi mentah, tetapi dianalisis untuk menghasilkan rekomendasi tindakan operasional yang presisi.

Kunjungan Menteri PANRB dan Ombudsman RI ke fasilitas tersebut pada Desember 2025 memperkuat posisi Command Center KM 29 sebagai simbol transformasi digital Korlantas dalam menghadapi kompleksitas mobilitas masyarakat. Dari ruang kendali itu, pola kepadatan, volume kendaraan, hingga potensi gangguan dapat terdeteksi lebih awal. Meski demikian, keputusan akhir tetap berada pada pertimbangan personel yang memahami dinamika sosial di lapangan.

Pendekatan berbasis data ini terbukti efektif dalam Operasi Keselamatan 2026. Berdasarkan data resmi Korlantas Polri, terjadi penurunan angka kecelakaan sekitar 34,96 persen, penurunan korban meninggal dunia hingga 51,06 persen, serta pengurangan korban luka berat lebih dari 23 persen dibanding periode sebelumnya. Hasil tersebut mencerminkan bahwa strategi preventif yang disusun melalui analisis historis mampu menekan risiko secara signifikan.

Kakorlantas menegaskan bahwa setiap angka dalam statistik kecelakaan merepresentasikan nyawa manusia. “Setiap angka kecelakaan adalah nyawa. Karena itu, setiap keputusan harus berbasis data yang akurat,” ujarnya dalam rilis resmi. Pernyataan ini menegaskan pentingnya akurasi dalam setiap kebijakan, termasuk penerapan contraflow dan one way saat arus mudik Lebaran 2025.

Evaluasi menunjukkan bahwa angka kecelakaan selama periode mudik 2025 turun lebih dari 34 persen dibanding tahun sebelumnya, meskipun volume kendaraan meningkat. Kebijakan rekayasa tersebut tidak diterapkan secara spontan, melainkan melalui analisis mendalam terhadap volume lalu lintas harian dan pola kepadatan historis yang dihimpun di Command Center KM 29.

Selain pengaturan arus, penguatan penegakan hukum juga dilakukan melalui sistem ETLE dan ETLE Drone Patrol Presisi. Teknologi ini memungkinkan pemantauan pelanggaran secara objektif dan transparan. Kakorlantas menyebut inovasi tersebut sebagai lompatan besar dalam penegakan hukum lalu lintas, sembari menegaskan bahwa perangkat digital tetap berfungsi sebagai alat bantu.

Di balik kecanggihan sistem, peran petugas Polantas tetap menjadi faktor kunci. Data hanya menjadi panduan, sementara eksekusi dan penilaian situasional tetap ditentukan manusia. Personel di lapangan menggeser penempatan lebih awal ketika sistem mendeteksi potensi kepadatan, meningkatkan patroli preventif di titik rawan, serta memperkuat edukasi berdasarkan tren pelanggaran.

Menjelang Operasi Ketupat 2026, proyeksi pergerakan masyarakat yang mencapai lebih dari 140 juta orang menjadikan Command Center KM 29 sebagai pusat simulasi dan skenario pengamanan nasional. Integrasi data dengan berbagai instansi memperkuat kesiapan rekayasa arus agar keselamatan tetap terjaga. Sebagaimana ditegaskan Kakorlantas, “Tugas kami memastikan inovasi benar-benar terasa di jalan, bukan hanya di ruang kontrol.” Teknologi, pada akhirnya, harus bermuara pada satu tujuan: menurunkan kecelakaan dan melindungi setiap pengguna jalan.

Related posts

Komisi VII DPR Soroti Tarif Trump dan Dampaknya ke Tarif Domestik

Geralda Talitha

Menkeu Purbaya Tegaskan Tak Naikkan Tarif Pajak Meski Ada Simulasi IMF

Geralda Talitha

Mengungkap Bahaya Internet bagi Pengguna di Indonesia, Ini yang Perlu Diwaspadai!

Geralda Talitha

Leave a Comment