Tanggal 21 Agustus kini menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia. Melalui Keputusan Kapolri Nomor 95/I/2024 yang ditandatangani Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. pada 22 Januari 2024, tanggal tersebut resmi ditetapkan sebagai Hari Juang Polri, melengkapi Hari Bhayangkara yang diperingati setiap 1 Juli.
Di balik penetapan itu terdapat perjalanan panjang Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Arif Wachjunadi, M.H. Selama 14 tahun, ia menelusuri berbagai sumber untuk mengungkap akar sejarah kepolisian Indonesia. Gagasan tersebut mulai muncul sekitar 2010 ketika Arif menjabat Kapolda Nusa Tenggara Barat.
Ia mempertanyakan bagaimana awal perjalanan polisi Indonesia dan mengapa sejarah perjuangan Polisi Republik belum banyak dikenal.Penelitian dilakukan melalui berbagai lembaga arsip dan pusat dokumentasi, baik di Indonesia maupun luar negeri.
Arif menelusuri Perpustakaan Nasional RI, Arsip Nasional RI, Monumen Kepolisian Sukabumi, hingga sejumlah institusi sejarah di Jepang dan Amerika Serikat.
Ia juga melakukan penelitian lapangan di berbagai daerah yang memiliki keterkaitan dengan perjuangan Polisi Istimewa.Selain mengumpulkan dokumen, Arif berdiskusi dengan Kapolri lintas generasi, sejarawan, akademisi, tokoh nasional, serta saksi sejarah.
Dari rangkaian penelitian tersebut, ia menemukan bahwa 21 Agustus 1945 menjadi momentum penting ketika sekitar 250 anggota Polisi Istimewa di bawah pimpinan Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin menyatakan diri sebagai Polisi Republik Indonesia.
Temuan tersebut kemudian dituangkan dalam sejumlah karya, termasuk buku Pearl Harbor Hiroshima Nagasaki Kepolisian Negara RI pada 2016 dan Pearl Harbor Hiroshima Nagasaki Jejak Perjalanan Perjuangan Kepolisian Negara Republik Indonesia pada 2023.
Penelitian, seminar, dan diskusi yang dilakukan secara berkelanjutan turut memperkuat gagasan menjadikan 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri.Bagi Arif, penetapan tersebut bukan sekadar pencantuman tanggal baru dalam kalender institusi.
Hari Juang Polri merupakan pengingat bahwa polisi memiliki identitas sebagai pejuang yang mengabdikan diri kepada masyarakat dan bangsa.Nilai perjuangan itu diharapkan terus diwariskan melalui pendidikan dan pembinaan karakter anggota.
Hari Juang Polri menjadi momentum untuk menjaga sejarah, memperkuat jati diri, serta meneruskan semangat pengabdian tanpa pamrih kepada generasi Bhayangkara.

