33.3 C
Jakarta
Tuesday, Oct 27, 2026
Image default
Berita Terkini

Indonesia Alihkan 31 Juta Kaki Kubik Gas per Hari dari Ekspor Singapura untuk Kebutuhan Domestik

JAKARTA – Pemerintah Indonesia mengalihkan sebagian pasokan gas alam yang sebelumnya ditujukan ke Singapura untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Kebijakan yang mulai diterapkan pada 24 Oktober 2026 ini diprioritaskan untuk mendukung pasokan listrik di Batam, Bintan, dan Sumatra.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, menjelaskan pengalihan dilakukan melalui dua jalur distribusi. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Skema pertama berupa penyaluran gas dari Natuna menuju PLN Batam melalui jaringan pipa WNTS–Pulau Pemping–Batam. Volume yang dialihkan melalui jalur ini mencapai 15 juta standar kaki kubik per hari.

Sementara itu, skema kedua dilakukan dengan mengurangi pasokan gas dari Sumatra yang selama ini diekspor ke Singapura. Pengurangan sebesar 16 juta standar kaki kubik per hari dilakukan melalui jaringan pipa Transgasindo (TGI). Pasokan tersebut selanjutnya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan di Batam, Bintan, dan Sumatra.

Dengan kedua mekanisme tersebut, total volume gas yang dialihkan atau dikurangi dari jalur ekspor mencapai 31 juta standar kaki kubik per hari. Djoko menyatakan pemerintah akan mengevaluasi perkembangan penyaluran secara berkala untuk memastikan kebutuhan domestik tetap terpenuhi.

Kebijakan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, khususnya Pasal 8 ayat (1), yang menegaskan prioritas pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri. Djoko juga memastikan penyesuaian tersebut hanya menyasar pasokan ke Singapura karena keterkaitan jaringan pipa distribusi kedua negara.

Dari sisi Singapura, Otoritas Pasar Energi atau Energy Market Authority (EMA) menyatakan pengurangan pasokan diperkirakan berdampak kurang dari 2 persen terhadap total kebutuhan gas harian negara tersebut. Berdasarkan informasi importir, gangguan pasokan mencapai 17 BBTUD selama 18 hari, sedangkan kebutuhan harian Singapura melampaui 1.000 BBTUD.

EMA menyebut telah menyiapkan langkah kontingensi untuk mengantisipasi gangguan pasokan. Kekurangan sebelumnya dapat ditutup menggunakan sumber gas alternatif tanpa mengganggu pasokan energi nasional.

Meski sekitar 95 persen pembangkit listrik Singapura menggunakan gas alam, negara tersebut memiliki sumber pasokan dari Malaysia, Indonesia, serta impor gas alam cair (LNG). Pengalihan gas Indonesia pun menjadi bagian dari upaya menyeimbangkan kepentingan ekspor dengan prioritas ketahanan energi domestik.

Related posts

Baksos Hari Bhayangkara, Polisi dan Ojol Perkuat Sinergi untuk Kamtibmas

Geralda Talitha

Kakorlantas Dorong Pendekatan Humanis untuk Bangun Kemitraan dengan Komunitas Ojol

Geralda Talitha

Contraflow-One Way Lokal Diterapkan, Ini Upaya Korlantas Polri Lancarkan Mudik 2025

Geralda Talitha

Leave a Comment