34.5 C
Jakarta
Monday, Apr 27, 2026
Image default
Berita Populer

Kakorlantas Dorong Transformasi Polantas dan Penguatan 5 Operasi Tahunan

Semarang, Jawa Tengah – Dalam forum Analisis dan Evaluasi Operasi Ketupat 2026 yang digelar pada Kamis, 23 April 2026, Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho, menegaskan pentingnya memperkuat lima operasi tahunan Polantas untuk pengamanan dan layanan publik. Kegiatan ini diikuti pejabat utama Korlantas serta Direktur Lalu Lintas Polda seluruh Indonesia dengan tujuan mengevaluasi keberhasilan operasi pengamanan Lebaran.

Irjen Agus memberikan penghargaan tinggi atas sinergi antar institusi yang dianggap sangat berperan dalam kesuksesan Operasi Ketupat 2026. “Barangkali kami tidak usah mengulas tentang Operasi Ketupat, sudah berhasil. Tentunya ini berkat kolaborasi kita semuanya,” ujarnya.

Meski telah mendapatkan hasil memuaskan, Irjen Agus mengingatkan jajaran Polantas untuk tidak cepat berpuas diri dan segera fokus pada pelaksanaan lima rangkaian operasi utama berikutnya yaitu Operasi Keselamatan, Operasi Ketupat, Operasi Patuh, Operasi Zebra, dan Operasi Nataru. Ia menekankan agar kelima operasi tersebut dijalankan secara profesional sesuai anggaran dan jadwal yang sudah ditetapkan.

Operasi Keselamatan menjadi prioritas awal dengan tujuan menekan angka kematian akibat kecelakaan secara dini. Standar kualitas keberhasilan Operasi Ketupat dijadikan acuan pelaksanaan Operasi Patuh dan Zebra di masa mendatang.

Selain penguatan operasional, transformasi institusi menjadi bagian penting yang diwujudkan lewat program “Polantas Menyapa dan Melayani” untuk memperbaiki citra petugas lalu lintas agar lebih dekat dan diterima masyarakat. Irjen Agus mengajak anggotanya membangun hubungan emosional yang baik, “Semangat kami adalah mengubah wajah Polantas. Polantas itu harus dekat dengan masyarakat, disegani, dan diterima oleh masyarakat,” katanya.

Motivasi juga diberikan kepada pejabat Direktorat Lalu Lintas agar melaksanakan tugas dengan totalitas demi kepentingan institusi dan peningkatan pelayanan publik. Dedikasi tinggi dianggap vital dalam setiap pelaksanaan tugas.

Secara teknis, Korlantas menargetkan penurunan angka fatalitas kecelakaan hingga 50 persen dengan mengadopsi teknologi inovatif seperti predictive traffic policing. Pengawasan terhadap kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) juga diperketat guna mencapai target Zero ODOL pada Januari 2027.

Irjen Agus menegaskan sikap tegas dalam pelaksanaan tugas. “Jangan ragu-ragu. Lebih baik kita melakukan tindakan daripada tidak melakukan sama sekali. Kalau enggak mau lawan risiko, enggak usah jadi Korlantas,” ucapnya tegas.

Sebagai penutup arahan Anev, Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho mengingatkan peran Polantas sebagai simbol negara dalam menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas secara menyeluruh. Ia mengimbau agar aspek kemanusiaan tetap menjadi prioritas dalam setiap tugas lapangan.

“Mari kita kawal Polantas ini agar bisa menjaga masyarakat, mengurangi kecelakaan, dan mewujudkan lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar,” pungkasnya.

Rapat ditutup dengan penegasan implementasi instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait pelayanan tulus sebagai kunci transformasi wajah kepolisian lalu lintas yang diharapkan semakin dicintai publik. “Polantas harus hadir melayani masyarakat dengan penuh keikhlasan. Ikhlas dalam melayani adalah kunci. Mari kita rangkul masyarakat dengan program Polantas Menyapa dan Melayani,” tutup Kakorlantas.

 

Related posts

Menanti Kehadiran UU Profesi Ojol: Harapan Baru untuk Kesejahteraan dan #LegalkanProfesiOjol

Geralda Talitha

Kompolnas Puji Kepemimpinan Kapolri di Operasi Ketupat 2026, Fatalitas Turun 30 Persen

admin

Analis: Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 Tingkatkan Kepercayaan Publik ke Polri

Geralda Talitha

Leave a Comment